SELAMAT TAHUN BARU 2021 PENGESAHAN WARGA BARU PSHT KARAWANG LETTING 2020 Mengenal Ritual Sasahan PSHT yang Kerap Dianggap Mistis
Benda atau simbol yang dimaksud adalah pesan yang terkandung pada barang yang harus dibawa saat Sasahan. Masing-masing syarat mempunyai makna berbeda. Penjelasan ini dapat membantah bahwa ritual Sasahan PSHT mengandung unsur mistis. Berikut adalah makna-makna yang terkandung dalam barang syarat ritual Sasahan PSHT :
1. Uang Koin Uang koin yang harus di bawa dalam ritual Sasahan PSHT adalah uang koin dengan nominal Rp.1.000. Jumlahnya pun harus sesuai dengan yang ditentukan yaitu 36. Tidak hanya itu, jenisnya pun harus sama, harus menggunakan uang koin Rp.1.000 keluaran terbaru.
Uang koin di sini mempunyai arti sebuah mahar. Sama halnya seperti pernikahan, apabila seseorang ingin mempunyai istri secara sah maka dia harus menyerahkan beberapa uang mahar. Jumlahnya pun harus 36, dikarenakan untuk menebus 36 jurus yang sudah diberikan kepada calon anggota PSHT.
2. Pisang Raja Pisang raja adalah salah satu syarat yang harus dibawa ketika akan mengikuti ritual Sasahan. Pisang raja sendiri mempunyai filosofi khusus bagi PSHT yaitu diharapkan calon anggota PSHT dapat menjadi raja bagi dirinya sendirinya maupun bagi orang lain.
Raja yang dimaksud adalah seseorang yang dapat menempatkan diri di lingkungan yang berbeda dan dapat menjadi pemimpin yang mewarisi sifat keilmuan PSHT. Pisang juga dikenal sebagai buah yang dapat menggantikan nasi sebagai makanan pokok karena mengandung karbohidrat yang cukup banyak sehingga dapat menghasilkan tenaga yang cukup bagi tubuh. Dalam hal ini seorang anggota PSHT harus bisa menjadi manfaat bagi orang banyak.
3. Daun Suruh Dalam ritual Sasahan PSHT tidak di sebutkan jumlah yang harus di bawa ketika membawa daun suruh, hanya membawa daun suruh secukupnya dan bentuk fisiknya yang masih bagus. Biasanya sebelum ritual Sasahan dimulai akan dilaksanakan sebuah tes yang bernama tes suruh. Tes suruh di lakukan untuk menemukan daun suruh dari masing-masing anggota yang “Temu Ros’e”. “Temu Ros’e” adalah sebuah proses yang dilakukan untuk menemukan cabang dari daun suruh yang bisa dipasangkan dengan daun suruh lain.
4. Ayam Jago Ayam jago dikenal dengan ayam yang memiliki fisik paling kuat di antara jenis ayam lain. Ayam jago juga biasanya disebut sebagai ayam petarung karena sering digunakan untuk tarung ayam. Dalam hal ini PSHT menginginkan setiap anggotanya untuk mempunyai fisik yang kuat sehingga dapat mempertahankan dirinya ketika dibutuhkan.
Satu bulan sebelum pelaksanaan ritual sasahan, setiap calon anggota PSHT diwajibkan untuk mencari ayam jago yang sesuai dengan dirinya. Ayam jago tersebut selanjutnya akan dipelihara hingga pelaksanaan ritual sasahan tiba. Dalam proses pemeliharaan calon anggota PSHT harus bisa membuat jinak ayam jago tersebut. Dengan hal itu dapat dilihat bahwa masing-masing individu anggota PSHT mempunyai rasa kasih sayang yang tinggi kepada hewan dan belajar ilmu tentang kesabaran. Karena sejatinya memelihara hewan sampai ke tahap jinak itu tidaklah mudah.
5. Kain Mori/Kafan Kain mori atau kafan ini digunakan sebagai sabuk saat anggota memakai Sakral, baju kebesaran PSHT. Ketika anggota PSHT menggunakan sabuk kain mori menunjukkan ia telah melewati proses ritual Sasahan dan telah mencapai tingkat satu dalam tingkat keilmuan PSHT.
Kain mori digunakan selalu mengingatkan anggota PSHT akan kematian. Dengan adanya hal tersebut diharapkan setiap anggotanya mempunyai iman yang baik dalam berketuhanan dan mempunyai sikap yang baik dalam bermasyarakat. YANG PALING BERHARGA PADA SESEORANG ADALAH WAKTU, TERIMAKASIH SUDAH MELUANGKAN WAKTU UNTUK MENONTON VIDEO INI
SELAMAT TAHUN BARU 2021
BalasHapusPENGESAHAN WARGA BARU PSHT KARAWANG LETTING 2020
Mengenal Ritual Sasahan PSHT yang Kerap Dianggap Mistis
Benda atau simbol yang dimaksud adalah pesan yang terkandung pada barang yang harus dibawa saat Sasahan. Masing-masing syarat mempunyai makna berbeda. Penjelasan ini dapat membantah bahwa ritual Sasahan PSHT mengandung unsur mistis. Berikut adalah makna-makna yang terkandung dalam barang syarat ritual Sasahan PSHT :
1. Uang Koin
Uang koin yang harus di bawa dalam ritual Sasahan PSHT adalah uang koin dengan nominal Rp.1.000. Jumlahnya pun harus sesuai dengan yang ditentukan yaitu 36. Tidak hanya itu, jenisnya pun harus sama, harus menggunakan uang koin Rp.1.000 keluaran terbaru.
Uang koin di sini mempunyai arti sebuah mahar. Sama halnya seperti pernikahan, apabila seseorang ingin mempunyai istri secara sah maka dia harus menyerahkan beberapa uang mahar. Jumlahnya pun harus 36, dikarenakan untuk menebus 36 jurus yang sudah diberikan kepada calon anggota PSHT.
2. Pisang Raja
Pisang raja adalah salah satu syarat yang harus dibawa ketika akan mengikuti ritual Sasahan. Pisang raja sendiri mempunyai filosofi khusus bagi PSHT yaitu diharapkan calon anggota PSHT dapat menjadi raja bagi dirinya sendirinya maupun bagi orang lain.
Raja yang dimaksud adalah seseorang yang dapat menempatkan diri di lingkungan yang berbeda dan dapat menjadi pemimpin yang mewarisi sifat keilmuan PSHT. Pisang juga dikenal sebagai buah yang dapat menggantikan nasi sebagai makanan pokok karena mengandung karbohidrat yang cukup banyak sehingga dapat menghasilkan tenaga yang cukup bagi tubuh. Dalam hal ini seorang anggota PSHT harus bisa menjadi manfaat bagi orang banyak.
3. Daun Suruh
Dalam ritual Sasahan PSHT tidak di sebutkan jumlah yang harus di bawa ketika membawa daun suruh, hanya membawa daun suruh secukupnya dan bentuk fisiknya yang masih bagus. Biasanya sebelum ritual Sasahan dimulai akan dilaksanakan sebuah tes yang bernama tes suruh. Tes suruh di lakukan untuk menemukan daun suruh dari masing-masing anggota yang “Temu Ros’e”.
“Temu Ros’e” adalah sebuah proses yang dilakukan untuk menemukan cabang dari daun suruh yang bisa dipasangkan dengan daun suruh lain.
4. Ayam Jago
Ayam jago dikenal dengan ayam yang memiliki fisik paling kuat di antara jenis ayam lain. Ayam jago juga biasanya disebut sebagai ayam petarung karena sering digunakan untuk tarung ayam. Dalam hal ini PSHT menginginkan setiap anggotanya untuk mempunyai fisik yang kuat sehingga dapat mempertahankan dirinya ketika dibutuhkan.
Satu bulan sebelum pelaksanaan ritual sasahan, setiap calon anggota PSHT diwajibkan untuk mencari ayam jago yang sesuai dengan dirinya. Ayam jago tersebut selanjutnya akan dipelihara hingga pelaksanaan ritual sasahan tiba. Dalam proses pemeliharaan calon anggota PSHT harus bisa membuat jinak ayam jago tersebut. Dengan hal itu dapat dilihat bahwa masing-masing individu anggota PSHT mempunyai rasa kasih sayang yang tinggi kepada hewan dan
belajar ilmu tentang kesabaran. Karena sejatinya memelihara hewan sampai ke tahap jinak itu tidaklah mudah.
5. Kain Mori/Kafan
Kain mori atau kafan ini digunakan sebagai sabuk saat anggota memakai Sakral, baju kebesaran PSHT. Ketika anggota PSHT menggunakan sabuk kain mori menunjukkan ia telah melewati proses ritual Sasahan dan telah mencapai tingkat satu dalam tingkat keilmuan PSHT.
Kain mori digunakan selalu mengingatkan anggota PSHT akan kematian. Dengan adanya hal tersebut diharapkan setiap anggotanya mempunyai iman yang baik dalam berketuhanan dan mempunyai sikap yang baik dalam bermasyarakat.
YANG PALING BERHARGA PADA SESEORANG ADALAH WAKTU, TERIMAKASIH SUDAH MELUANGKAN WAKTU UNTUK MENONTON VIDEO INI